Tips Aman Minum Obat Pereda Nyeri

Kesehatan 0 Comments

Obat penghilang rasa sakit tidak berbeda dengan obat pada umumnya yang memiliki manfaat dan efek samping. Berita baiknya, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk memastikan obat penghilang rasa sakit yang Anda gunakan tetap aman dan efektif untuk menghilangkan rasa sakit.

Obat penghilang rasa sakit terdiri dari berbagai kelompok dan jenis. Setiap kelompok ditugaskan untuk kondisi tertentu dengan efek samping masing-masing.

Tips Aman Minum Obat Pereda Nyeri

Untuk mendapatkan manfaat secara optimal dan menghindari efek samping, berikut adalah sejumlah saran untuk meminum obat penghilang rasa sakit untuk Anda:

1. Pahami dosisnya
Setiap jenis obat penghilang rasa sakit yang Anda ambil memiliki dosisnya. Dosis terdiri dari dosis tunggal dan dosis maksimum dalam sehari.

Sebagai ilustrasi, berikut adalah beberapa jenis obat penghilang rasa sakit yang paling umum dan dosis yang dianjurkan:

Parasetamol: 500-1000 mg sekali minum, maksimal 4.000 mg sehari.
Ibuprofen: 200-400 mg sekali minum, maksimal 1.200 mg sehari.
Naproxen: 250 gram sekaligus, batas harian bervariasi antara 500-1000 mg tergantung pada kondisinya.
Asam mefenamat: 500 mg sekali minum, maksimal 1.500 mg sehari.
Kodein: 15-60 mg sekali minum, maksimal 360 mg sehari.

2. Beri tahu dokter Anda jika Anda minum obat lain
Saran pertama sering diabaikan ketika Anda ingin minum obat penghilang rasa sakit. Bahkan, obat penghilang rasa sakit dapat berinteraksi dengan obat lain.

Misalnya, ibuprofen yang diminum dengan obat antihipertensi sebenarnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Obat-obatan dan suplemen yang Anda konsumsi mungkin belum tercatat dalam rekam medis Anda. Atau, dokter mungkin tidak menyadari potensi interaksi dengan obat yang diminum secara teratur.

Itu sebabnya, ketika Anda pergi ke dokter, pastikan untuk memberi tahu mereka obat apa yang Anda gunakan untuk menghindari interaksi obat.

3. Memahami efek samping
Efek samping dari obat penghilang rasa sakit bervariasi tergantung pada jenisnya. Misalnya, ibuprofen dan aspirin yang termasuk obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, pusing dan masalah pencernaan.

Dokter Anda mungkin tidak merekomendasikan NSAID jika Anda memiliki riwayat asam lambung, migrain kronis atau penyakit jantung.

Dengan memahami tip-tip ini saat mengambil obat penghilang rasa sakit, Anda dapat memilih obat dengan efek samping paling ringan.

4. Mengikuti penggunaan yang disarankan
Asupan obat penghilang rasa sakit, tentu saja, harus sesuai dengan perintah dokter. Penting untuk mengikuti dosis yang ditunjukkan, batas keamanan untuk konsumsi dan ketentuan ketika mengambil obat.

Jangan menambahkan dosis atau berhenti menggunakan obat tanpa sepengetahuan dokter Anda. Jika obat yang Anda gunakan tidak lagi efektif untuk menghilangkan rasa sakit, diskusikan masalah ini dengan dokter Anda sebelum memilih obat penghilang rasa sakit lainnya.

5. Jangan menggunakan resep orang lain
Saran lain yang harus Anda pertimbangkan ketika mengambil obat penghilang rasa sakit adalah fokus pada resep obat Anda. Obat resep diberikan berdasarkan kondisi medis Anda, baik dari segi riwayat penyakit, alergi dan aspek lainnya.

Jangan menggunakan obat resep orang lain, bahkan jika Anda menggunakan obat penghilang rasa sakit yang sama.

Kondisi kesehatan Anda dan orang lain mungkin berbeda. Anda tidak mengetahui kemungkinan interaksi obat atau efek sampingnya terhadap kesehatan.

Semua yang menggunakan obat penghilang rasa sakit harus mengikuti prosedur untuk menggunakan obat yang tepat. Tujuannya jelas untuk mengoptimalkan fungsi obat dan mengurangi efek sampingnya.

Selain menerapkan tips di atas, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum dan saat mengambil obat penghilang rasa sakit. Konsultasi ini sangat berguna untuk menentukan jenis penghilang rasa sakit yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga :