Pengertian Zakat Hukum Dan Jenis-jenis Zakat

Pelajaran , , 0 Comments

xcs.co.id – Apa itu zakat? Mengenai makna Zakat, itu adalah satu set barang yang harus dihabiskan oleh umat Islam untuk melindungi orang-orang yang memiliki hak untuk menerimanya, seperti orang miskin, sesuai dengan hukum Islam. Dari segi bahasa, konsep zakat itu bersih, sakral, berbuah, berkah dan berkembang.

Zakat adalah salah satu pilar Islam, yang sangat penting untuk pemeliharaan syariah Islam, yang diatur oleh Alquran dan Sunah. Oleh karena itu, setiap Muslim yang telah memenuhi persyaratan wajib memberikan zakat yang membutuhkan.

Dalam hal ini Zakat adalah tugas (hukum wajib) untuk Muslim yang mampu. Dalam memberikan Zakat, itu juga diatur dalam batasan, yaitu;

Jumlah zakat
Saatnya memberi zakat
Dan penerima zakat

Hukum pemberian zakat

Sebagaimana disebutkan dalam penjelasan di atas tentang makna zakat, Zakat adalah salah satu rukun Islam dan salah satu elemen utama pembentukan hukum Islam.

Oleh karena itu, hukum Zakat selalu mengikat setiap Muslim yang cakap. Penjelasan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa Zakat adalah kewajiban individu (Fardhu dalam Ain) yang telah dikeluarkan oleh semua Muslim dengan barang.

Zakat dikumpulkan oleh beberapa petugas Zakat dan kemudian didistribusikan ke kelompok-kelompok yang memiliki hak atau kebutuhan. Sebagaimana dinyatakan dalam salah satu ayat Al-Quran berikut;

“Ambil zakat dari bagian dari harta mereka, sucikan dan sucikan dengan zakat ini, dan doakanlah mereka, sesungguhnya doamu adalah untuk mereka, dan Allah adalah orang yang merasakan, dia yang tahu” (Sura Tauba: 103).

Jenis zakat
Zakat dapat dibagi menjadi dua jenis: Zakat Fitrah dan Zakat Maal. Inilah penjelasan untuk keduanya;

1. Zakat Al-Fitr

Zakat Al-Fitr juga disebut Zakat Nafs (Jiwa). Ini adalah zakat yang harus dilakukan setiap Muslim sebelum Idul Fitri selama bulan suci Ramadhan. Tujuan Zakat Fitrah adalah untuk memurnikan diri dengan memasok beras atau makanan pokok kepada pemohon atau yang membutuhkan.

Jumlah zakat di daerah tertentu setidaknya 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok. Di Indonesia, misalnya, makanan pokok adalah beras, sehingga Zakat Fitrah dapat diberikan kepada pelamar dalam bentuk 3,5 liter beras atau 2,5 kg.

2. Zakat Maal

Zakat maal (kekayaan) adalah persediaan zakat dari pendapatan umat Islam, misalnya dari perdagangan, pertanian, produk laut, ternak dan sebagainya. Setiap jenis pendapatan Muslim dihitung dengan cara yang berbeda.

Berdasarkan hukum zakat n. 38 tahun 1998, definisi Zakat Maal mengacu pada seperangkat aset organisasi Muslim atau Muslim yang telah dicadangkan untuk yang membutuhkan sesuai dengan hukum Islam.

Hukum juga berbicara tentang Zakat Fitrah, satu set barang penting yang disediakan oleh Muslim untuk mereka yang mengklaimnya selama bulan suci Ramadhan.

Penerima hak zakat

Setelah memahami arti zakat dan spesiesnya, kita juga harus tahu siapa yang berhak menerima zakat. Menurut aturan Islam, ada delapan kelompok yang memiliki hak untuk menerima zakat, yaitu:

Fakir, sekelompok orang yang hampir tidak memiliki apa-apa, yang tidak dapat memenuhi kebutuhan utama hidup mereka.
Miskin, ini adalah sekelompok orang yang sumber dayanya sangat kecil, tetapi yang dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Amil, yaitu mereka yang mengumpulkan Zakat dan membaginya dengan pelamar.
Mu’allaf, orang-orang yang baru saja masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan kondisi kehidupan mereka.
Gharimin, yaitu orang-orang yang memiliki hutang untuk memenuhi kebutuhan mereka, di mana kebutuhannya halal tetapi tidak mampu membayar hutang.
Fisabilillah, yaitu mereka yang berperang di jalan Allah. Misalnya, pengkhotbah, orang-orang yang negaranya berperang dan lainnya.
Ibnus Sabil, yaitu orang-orang yang kehabisan uang dalam perjalanan mereka.
Hamba itu berbahaya, budak atau orang yang ingin membebaskan diri.

kesimpulan

Dari penjelasan di atas makna zakat, kita dapat menyimpulkan bahwa zakat adalah komitmen bagi umat Islam dan menawarkan manfaat bagi mereka yang menerimanya. Selain itu, Zakat menawarkan beberapa keunggulan, termasuk:

Sedekah memperkuat persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
Ini membantu mengubah perilaku buruk seseorang untuk menjadikannya lebih baik.
Membersihkan properti dan menghindari seseorang yang tamak akan properti.
Sebagai cara bagi umat Islam untuk menyatakan terima kasih mereka kepada Allah SWT.
Berikan dukungan moral kepada orang yang insaf.
Mengembangkan potensi dalam umat Islam.

Sumber: https://www.masterpendidikan.com/2015/10/pengertian-zakat-haji-dan-wakaf-lengkap.html

Baca Artikel Lainnya:

Dampak Dari Perjanjian Tordesillas Bagi Indonesia

Manfaat Mengkonsumsi Buah Tomat Untuk Kesehatan