Pengertian impor secara umum dan menurut para ahli berikut cantoh nya

Pelajaran 0 Comments

Apa yang dimaksud dengan impor? Secara umum, definisi impor adalah kegiatan membeli dan mengimpor barang / jasa atau barang dari luar negeri ke negara secara legal melalui proses komersial.

Pendapat lain menyatakan bahwa makna impor adalah kegiatan komersial internasional dengan menempatkan barang di wilayah pabean Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan atau orang yang bergerak di bidang ekspor-impor dengan memperhatikan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

Suatu negara biasanya melakukan kegiatan impor karena kebutuhan akan produk-produk tertentu di negara yang tidak dapat dipenuhi sendiri atau untuk menambah cadangan. Selanjutnya, kegiatan impor dilakukan untuk memperkuat neraca pembayaran dan mengurangi potensi arus keluar mata uang asing.

Definisi impor menurut para ahli

lebih memahami apa arti impor, kami dapat merujuk pada pendapat para pakar berikut:

1. Marolop Tandjung
Menurut Marolop Tandjung (2011: 379), pengertian impor adalah kegiatan komersial dengan memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabean Indonesia sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

2. Astute Purnamawati
Menurut Astuti Purnamawati (2013: 13), pengertian impor adalah tindakan membeli barang dari luar negeri sesuai dengan peraturan pemerintah, yang dibayar dalam mata uang asing.

3. Susilo Utomo
Menurut Susilo Utomo (2008: 101), makna impor adalah kegiatan menempatkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean di negara tersebut yang dilakukan oleh perwakilan dari kedua negara, baik swasta maupun perusahaan.

Tujuan dan kelebihan impor

Sebagaimana disebutkan di atas, impor adalah impor barang dari pabean negara lain ke dalam daerah pabean nasional. Secara umum, kegiatan impor akan dikaitkan dengan bea cukai, baik di negara pengirim maupun penerima.

Tujuan dan manfaat dari kegiatan impor adalah sebagai berikut:

1. Memperoleh bahan baku
Kegiatan produksi suatu negara sering membutuhkan bahan baku tertentu yang tidak tersedia atau terbatas di dalam negara. Untuk memastikan pasokan bahan baku untuk kegiatan produksi, negara mengimpor bahan baku yang diperlukan dari negara lain.

2. Dapatkan teknologi terbaru
Dalam berbagai kegiatan ekonomi dan komersial, misalnya untuk menghasilkan barang / jasa tertentu, seringkali memerlukan dukungan alat dengan teknologi terbaru yang tidak tersedia di pasar domestik. Untuk mendukung produksi barang / jasa secara lebih efisien, Indonesia mengimpor peralatan dari negara lain.

3. Menambahkan penghasilan mata uang asing
Selain ekspor, kegiatan impor juga dapat meningkatkan pendapatan mata uang asing suatu negara. Ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti nilai bea masuk atas barang impor yang agak besar.

Baca juga: Perusahaan manufaktur

Jenis impor
Berdasarkan kegiatannya, impor dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis impor adalah sebagai berikut:

Impor untuk digunakan; kegiatan penempatan barang / jasa di wilayah pabean Indonesia dengan tujuan untuk digunakan, dimiliki atau dikendalikan oleh orang-orang yang berdomisili di Indonesia.
Impor sementara; kegiatan untuk memasukkan barang / jasa di wilayah pabean Indonesia di mana tujuannya akan diekspor kembali ke luar negeri selama maksimal 3 tahun.
Impor transportasi selanjutnya / berkelanjutan; aktivitas mengangkut barang dengan cara transportasi melalui kantor di kantor lain tanpa proses pembongkaran pertama.

Impor untuk disimpan; kegiatan pengangkutan barang dengan cara transportasi melalui kantor di kantor lain dengan melakukan proses pembongkaran terlebih dahulu.
Impor untuk diekspor kembali; kegiatan mengangkut barang impor yang masih dalam wilayah pabean untuk diekspor ke luar negeri. Ini dilakukan untuk barang impor dengan ketentuan; tidak patuh dengan pesanan, pengiriman salah, rusak, tidak memenuhi persyaratan teknis, perubahan peraturan terjadi.
Baca juga: Makna penjual

Contoh bisnis impor Indonesia

Indonesia adalah negara aktif dalam perdagangan internasional. Selain mengekspor, Indonesia juga mengimpor berbagai produk dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Berikut adalah beberapa contoh produk yang diimpor dari Indonesia dari negara lain:

Tidak. Produk impor Negara asal Negara tujuan
1 Daging sapi, diimpor oleh pemerintah Indonesia karena harga daging sapi untuk sapi lokal lebih tinggi karena rantai komersial yang panjang. Australia, Meksiko Indonesia
2 Produk makanan, ada sejumlah bahan makanan yang diimpor dari Indonesia dari negara lain. Sebagai contoh; beras, kedelai, gula, garam, mentega, cabai dan lainnya. Amerika Serikat, Malaysia, Paraguay, Argentina Indonesia
3 Bahan bakar minyak, impor bahan bakar minyak dibuat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia, baik untuk industri maupun untuk kendaraan bermotor. Arab Saudi, Thailand, Malaysia, Afrika Indonesia
4 Produk elektronik, komunitas besar produk elektronik membuat kegiatan impor di sektor ini agak besar. Jepang, Korea Selatan, Cina Indonesia
5 Produk otomotif, sebagian besar industri otomotif di Indonesia membutuhkan komponen dari luar negeri, sehingga mereka harus mengimpor dari negara lain. Jepang, Thailand Indonesia

Terkait : rumus guru