Pengertian Feminisme

Pengertian Feminisme & ( Sejarah – Ciri – Jenis – Kelebihan – Kekurangan )

Pelajaran , , 0 Comments

Pengertian Feminisme & ( Sejarah – Ciri – Jenis – Kelebihan – Kekurangan ) – Sekarang, pada kesempatan ini, kita akan berbicara tentang feminisme, yang mungkin ada di antara Anda yang sudah mengerti atau mengerti apa arti feminisme. Namun tidak dapat dipungkiri jika masih ada yang masih belum mengerti atau bahkan mengerti apa arti feminisme. Nah, bagi Anda yang masih bingung dengan pengertian feminisme, Anda bisa mendengar penjelasan tentang arti feminisme di bawah ini untuk lebih memahami.

Memahami Feminisme

Pengertian Feminisme

Feminisme adalah ideologi atau gagasan yang menetapkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.

Dalam bahasa, feminisme berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata “feminina”, yang berarti memiliki karakter feminitas. Feminisme sering juga diartikan sebagai gerakan emansipasi wanita yang menyatakan pendapatnya tentang memperbaiki posisi wanita dan menolak derajat perbedaan antara wanita dan pria.

Orang yang memegang ideologi feminisme disebut feminis. Posisi yang sama antara pria dan wanita dalam pemahaman ini berlaku dalam semua aspek. Pada periode awal kemunculannya, gagasan feminisme identik dengan “perjuangan perempuan,” tetapi hari ini feminisme berkembang dan mulai ditafsirkan sebagai “perjuangan melawan segala bentuk ketidakadilan.”

Sejarah Feminisme

Dalam sejarah sudah ada banyak sumber tentang gerakan perempuan dalam perjuangan untuk hak-hak mereka, tetapi referensi yang paling sering adalah gerakan yang terjadi pada 15-18 M di Eropa. Gerakan pertama yang ditemukan adalah oleh Christine de Pizan, yang menulis tentang ketidakadilan yang dialami perempuan.

Kemudian pada abad kedelapan belas mulai tumbuh gerakan yang signifikan. Dua tokoh utama gerakan ini adalah Susan dan Elizabeth. Pada saat itu, mereka telah berhasil memperjuangkan isu-isu politik, yaitu, hak untuk memilih perempuan. Setelah memasuki abad ke-19, yang diprakarsai oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis of Condoracet, gerakan ini terus berkembang untuk mencapai negara-negara kolonial Eropa, pada saat yang sama, gerakannya disebut “Persaudaraan Universal.” Dalam perkembangannya ada tiga gelombang gerakan feminis, yaitu:

Gelombang Pertama “Voice of women”

Gelombang pertama, atau sering disebut gelombang suara perempuan, pertama kali diprakarsai oleh aktivis sosialis Charles Fourier pada tahun 1837. Dalam gelombang ini, gerakan yang awalnya berfokus pada Eropa pindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak penerbitan sebuah buku berjudul The Subjection of Women “1869” karya Joh Stuart Mill. Perjuangan perempuan untuk menuntut revolusi sosial dan politik tentang hak-hak perempuan mulai memudar sekitar tahun 1830-1840. Seiring dengan penghapusan praktik perbudakan, hak-hak perempuan mulai diperhatikan.

Gelombang Kedua

Setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua yang ditandai dengan kelahiran negara-negara baru setelah mereka dibebaskan dari pendudukan bangsa Eropa, gerakan feminis mencapai puancaknya. Mereka mulai mengekspresikan hak suara perempuan dalam hak suara parlemen “mereka yang berpartisipasi dalam pengelolaan sistem pemerintahan”.

Kebangkitan dan antusiasme perempuan dalam perjuangan untuk hak-hak mereka memuncak pada awal 1970-an. Tokoh utama yang sering dikaitkan dengan gelombang kedua feminisme adalah para feminis Perancis, seperti Helene Cixous, “Yahudi yang lahir di Aljazair yang menetap di Prancis” dan Julia Kristeva “Bulgaria yang menetap di Prancis”. Tujuan utama dari gerakan feminis kedua adalah menuntut kebebasan bagi perempuan yang sering dihina dan tidak perlu.

Gelombang Ketiga

Gelombang ketiga ini terkait dengan gelombang kedua. Pada gelombang ketiga, kaum feminis lebih fokus pada mendapatkan posisi dalam sistem pemerintahan di negara mereka. Mereka menganggap bahwa bidang politik adalah tempat yang harus dimiliki oleh perwakilan mereka sehingga hak-hak perempuan dapat dipertahankan.

Sejauh ini, feminisme masih ada dan aktif dalam mempromosikan berbagai masalah sosial seperti pornografi, hak reproduksi, kekerasan terhadap perempuan atau hak hukum perempuan. Kaum feminis juga berpartisipasi dalam perjuangan untuk gerakan sosial yang mirip dengan gerakan lesbian dan gay.

Karakteristik Feminisme

Feminisme memiliki beberapa karakteristik, termasuk yang berikut:

  • Waspadai perbedaan atau ketidakadilan posisi antara pria dan wanita.
  • Menuntut persamaan hak antara pria dan wanita.
  • Pria dianggap lebih egois.
  • Gerakannya didominasi oleh wanita.

Artikel Lainnya :