Gejala Penyakit Pneumonia Penyebab Dan Cara Mengobatinya

Kesehatan , , 0 Comments

xcs.co.id – Pneumonia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami infeksi yang terjadi di kantong udara di paru-paru seseorang. Infeksi pneumonia dapat terjadi pada satu sisi paru-paru atau keduanya. Kantung udara yang terinfeksi diisi dengan cairan atau nanah (lendir purulen). Infeksi virus, bakteri atau jamur adalah penyebab utama pneumonia. Pneumonia lebih dikenal di Indonesia daripada paru-paru basah.

Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga menyerang anak-anak dan bayi baru lahir.

Penyebab dan faktor risiko untuk pneumonia

Penyebab pneumonia bervariasi, tetapi tergantung pada organisme dan penyebarannya, pneumonia dapat dibagi menjadi dua area: pneumonia di tingkat masyarakat dan pneumonia yang ditularkan ke rumah sakit. Organisme yang dapat menyebabkan pneumonia ditularkan ke publik berbeda dengan rumah sakit. Biasanya, organisme yang menyebabkan pneumonia yang ditularkan ke rumah sakit lebih sulit diobati.

Contoh organisme yang menyebabkan pneumonia dan ditularkan di tempat umum adalah:

Bakteri yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae.

Organisme yang mirip dengan bakteri, pneumonia mikoplasma.

Jamur, biasanya jamur, menyerang orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Virus.

Meskipun dapat terjadi pada siapa saja, beberapa orang lebih rentan terhadap pneumonia, seperti:

Anak-anak dari usia 2 hingga kurang dari 2 tahun.

Dewasa lebih dari 65 tahun.

Lama di rumah sakit.

Diperlakukan di unit perawatan intensif dan menggunakan respirator.

Memiliki penyakit paru-paru atau jantung kronis

rokok

Orang dengan kekebalan tubuh rendah (seperti orang yang terinfeksi HIV) atau orang yang memakai obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan menjalani kemoterapi.

Gejala pneumonia

Indikasi dan bahkan gejala pneumonia ringan umumnya mirip dengan gejala flu seperti demam dan batuk. Gejala-gejala ini bertahan lebih lama dari flu biasa. Jika opsi ini tidak diaktifkan dan tidak diobati, gejala parah dapat terjadi, seperti:

Nyeri dada saat bernafas atau batuk.

Batuk dengan lendir.

Sedikit lelah.

Demam dan menggigil.

Mual dan muntah

Nafas pendek.

Gangguan kesadaran (terutama pada orang di atas usia 65).

Orang yang berusia di atas 65 dan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh umumnya menderita hipotermia.

Pada anak-anak dan bayi baru lahir, gejalanya biasanya muncul dalam bentuk demam tinggi, anak selalu tampak lelah, tidak mau makan, memiliki batuk produktif dan sesak napas, membuat anak bernafas lebih cepat.

Diagnosis pneumonia

Diganosis pneumonia dapat dilakukan dengan riwayat medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan suportif. Saat mengambil riwayat medis dan pemeriksaan fisik, dokter mencari tanda dan gejala dan biasanya ada kelainan pada pemeriksaan bunyi nafas. Pemeriksaan yang paling umum dilakukan adalah radiografi dada.

Pada foto thoraks, dokter memeriksa lokasi infeksi. Selain itu, tes darah laboratorium dilakukan untuk mengetahui organisme mana yang menyebabkan infeksi.

Pengobatan pneumonia

Pengobatan dan pengobatan pneumonia adalah untuk mengatasi infeksi yang terjadi dan memberikan terapi suportif. Dokter akan memberikan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis jika infeksi disebabkan oleh bakteri. Sedangkan terapi suportif dapat diberikan dalam bentuk:

Obat anti demam ketika seseorang demam tinggi dan mengganggu aktivitas.

Obat batuk untuk mengurangi frekuensi batuk dan pencairan lendir yang tidak bisa lepas.

Dokter juga merekomendasikan orang dengan rawat inap jika salah satu dari kondisi ini terjadi:

> 65 tahun;

Mengalami gangguan kesadaran;

Memiliki fungsi ginjal yang buruk;

Tekanan darah sangat rendah (<90 / <60 mmHg).

Pernapasan sangat cepat (di Devassa> 30 x / mnt);

Suhu tubuh lebih rendah dari normal; dan

Pulsa <50x / menit atau> 100x / menit.

Baca juga: Kenali penyebab pneumonia, pneumonia berbahaya

Pencegahan pneumonia

Pneumonia dapat dicegah dengan berbagai tindakan:

vaksinasi;

Memiliki kebersihan pribadi yang baik;

Jangan merokok; dan

Pastikan kekebalan tubuh yang baik dengan makan dengan baik dan rajin berolahraga.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda melihat gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk perawatan lebih lanjut. Manajemen yang tepat dapat meminimalkan dampak, membuat perawatan lebih cepat.

Baca Artikel Lainnya:

Cara Belajar Efektif Di Rumah

Cara Melakukan Pengiriman Barang Ke Luar Negeri