Fungsi Pancasila sebagai basis negara

Pelajaran 0 Comments

Pancasila sebagai basis negara memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Pancasila sebagai gaya hidup
Di sini Pancasila berfungsi sebagai dasar untuk setiap visi di Indonesia. Pancasila harus menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dalam menghadapi masalah
2. Pancasila sebagai jiwa bangsa
Pancasila harus menjadi jiwa rakyat Indonesia. Pancasila, yang merupakan jiwa bangsa, harus diwujudkan di setiap institusi, organisasi dan pribadi di Indonesia.

Fungsi Pancasila sebagai basis negara


3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
Kepribadian bangsa Indonesia sangat penting dan juga menjadi identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila harus tetap berada dalam setiap individu bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai kepribadian bangsa.
4. Pancasila sebagai sumber hukum
Panacasila adalah sumber hukum semua hukum yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain, Pancasila sebagai basis negara tidak boleh memiliki peraturan yang bertentangan dengan Pancasila
5. Pancasila sebagai cita-cita bangsa
Pancasila, yang dijadikan pangkalan negara, juga merupakan tujuan negara dan cita-cita bangsa. Kita sebagai bangsa Indonesia harus mengidam-idamkan sebuah negara yang memiliki Tuhan yang memiliki rasa kemanusiaan, persatuan dan soliditas yang tinggi, selalu berdiskusi dan bahkan munculnya keadilan sosial

3.4 Posisi Pancasila sebagai basis negara

Definisi Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dengan membuka paragraf keempat UUD 1945 dan sebagaimana ditunjukkan dalam memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menekankan Pancasila sebagai sudut pandang bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia sebagai basis Republik Indonesia
Ini adalah sifat pertama dan utama Pancasila, yaitu sebagai pangkalan negara (filsafat) grondslaag) Republik Indonesia. Pancasila yang terkandung dalam paragraf keempat pembukaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ditetapkan sebagai markas negara pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI, yang dapat dianggap sebagai perwujudan dari kehendak semua rakyat Indonesia yang merdeka.

Dengan kondisi utama suatu bangsa menurut Ernest Renan: keinginan untuk menyatukan (desir d’etre ansambel) dan memahami Pancasila dari sejarahnya dapat dilihat bahwa Pancasila adalah kompromi dan konsensus nasional karena mengandung nilai-nilai yang dihormati oleh semua kelompok dan strata masyarakat Indonesia,
Pendirian Pancasila sebagai basis negara memberikan pemahaman bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Ini berarti bahwa negara harus tunduk padanya, mempertahankannya, dan menerapkannya dalam semua undang-undang. Mengenai hal ini, Kirdi Dipoyudo (1979: 30) menjelaskan bahwa negara Pancasila adalah negara yang didirikan, dipelihara dan dikembangkan dengan tujuan melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak semua warga negara Indonesia (hanya kemanusiaan dan beradab), sehingga masing-masing – dapat menjalani kehidupan yang bermartabat sebagai manusia, mengembangkan dan mewujudkan kesejahteraan mereka sendiri yang lahir dengan cara yang paling lengkap, mempromosikan kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan batin semua orang dan mendidik kehidupan berbangsa (keadilan sosial). ”
Pancasila, sebagaimana dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945 dan menegaskan keseragaman sistemiknya melalui pendidikan presiden n. 12 tahun 1968, diorganisasikan secara hierarkis-piramida. Setiap sila (dasar / prinsip) memiliki hubungan yang mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipisahkan. Melanggar ajaran dan mencari pembenaran untuk ajaran lain adalah tindakan yang sia-sia. Karena itu, Pancasila juga harus dilihat sebagai satu kesatuan bulat, yang tidak dapat dipisahkan. Upaya untuk memisahkan sila menjadi satu kesatuan dan kesatuan Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara.
Pancasila harus dilihat sebagai satu kesatuan dan kesatuan karena setiap prinsip Pancasila tidak dapat diartikan satu sama lain. Tepatnya dalam Seminar Pancasila tahun 1959, prof. Notonagoro menggambarkan sifat hierarkis Pancasila dengan menempatkan sila “Ketuhanan Ilahi” sebagai dasar dari bentuk piramidal Pancasila. Oleh karena itu empat sila lainnya harus diserap oleh sila “The Unique Divinity”. Sebenarnya, dr. Hamka berkata: “Setiap orang memiliki agama atau percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Pancasila bukanlah sesuatu yang perlu dibicarakan lagi, karena 4 sila Pancasila sebenarnya hanya hasil dari prinsip pertama, Unique Divinity.” Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai basis negara sebenarnya mengandung:
1. Keilahian ilahi
Ini berarti bahwa Pancasila memiliki makna yang benar dan beradab dalam Kemanusiaan, yang memiliki Kesatuan Indonesia, yang populis dibimbing oleh kebijaksanaan kebijaksanaan dalam konsultasi / perwakilan, dan ber-Kea

Sumber : https://rumus.co.id/isi-pancasila/