Apa penyebab dahak dan batuk kering ?

Kesehatan 0 Comments

Ketika Anda menghirup udara yang cenderung merokok, Anda mungkin batuk. Ini normal karena batuk adalah respons alami tubuh ketika saluran udara menerima gangguan dari luar. Dengan demikian, batuk juga bisa terjadi walaupun tubuh Anda sehat dan bugar.

Sebaliknya, jika batuk yang Anda dengar cukup mengganggu, kemungkinan jalan napasnya bermasalah. Ayo, cari tahu apa saja penyebab batuk berdahak dan batuk kering, serta cara mengatasinya.

Apa penyebab dahak dan batuk kering?

Ada dua jenis batuk yang perlu Anda ketahui, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk berdahak juga dikenal sebagai batuk produktif karena menghasilkan lendir setiap kali batuk. Meskipun batuk kering, ia tidak menghasilkan lendir saat batuk.
Penyebab batuk berdahak

Sikloserin adalah

Dahak lebih sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi membuat produksi lendir lebih banyak. Untuk menghilangkan lendir yang berlebihan di paru-paru dan saluran udara lainnya, tubuh akan merangsang batuk dengan keluarnya lendir. Beberapa penyebab batuk berdahak yang bisa terjadi antara lain:

Demam atau flu. Batuk adalah salah satu gejala pilek atau pilek. Biasanya gejala pertama dari kedua kondisi ini adalah sebelum mengalami demam, nyeri otot, batuk dan sakit tenggorokan.
Bronkitis. Peradangan bronkus (saluran yang membawa udara ke paru-paru) disebabkan oleh virus. Kondisi ini sering membuat Anda batuk berdahak dan juga terjadi lebih dari beberapa minggu.
Pneumonia. Adanya bakteri, virus atau jamur yang bersarang di paru-paru dapat menyebabkan infeksi. Kondisi ini membuat lendir di sekitar paru-paru semakin lama sehingga Anda akan terus mengalami batuk berdahak dalam waktu yang cukup lama.
COPD (penyakit paru obstruktif kronik). COPD adalah sekelompok kondisi yang merusak paru-paru dan saluran yang membawa udara ke paru-paru. Selain batuk yang lebih umum, lendir yang dihasilkan bisa berwarna putih, hijau atau kekuningan dengan gejala sesak napas.
Merokok. Selain penyakit, penderita kebiasaan merokok juga cenderung lebih sering batuk. Ini terjadi karena asap rokok yang dihirup merangsang tubuh untuk mencegah iritasi pernapasan. Merokok juga dapat meningkatkan risiko COPD di kemudian hari.

Penyebab batuk kering

sering batuk

Batuk kering tidak menghasilkan lendir, tetapi cenderung memburuk di malam hari. Kondisi ini tentu sangat mengganggu bagi Anda, bukan? Beberapa hal dan penyebab batuk kering yang perlu Anda ketahui antara lain:

Iritasi lingkungan dan alergi. Asap, polusi, debu, dan udara kering dapat merangsang tubuh untuk batuk. Jika udara di sekitar lingkungan atau pekerjaan Anda cenderung kotor dan kering, batuk kering dapat terus terjadi. Terutama jika Anda menderita alergi, kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan batuk.
Infeksi virus Pilek atau flu sebenarnya dapat menyebabkan gejala batuk, biasanya berlangsung hanya seminggu. Sekalipun batuknya tidak membaik, batuk yang dimulai dengan dahak bisa menjadi batuk kering dan bahkan terjadi hingga dua bulan. Kondisi ini disebabkan oleh saluran udara yang menjadi sangat sensitif setelah terinfeksi oleh virus.
GERD (penyakit refluks gastroesofagus). Kondisi ini menunjukkan bahwa asam lambung diproduksi berlebihan dan mengalir ke kerongkongan. Ketika asam lambung memengaruhi kerongkongan, ini bisa memicu tubuh batuk. Selain batuk kering, pasien akan mengalami sakit maag, sakit tenggorokan, dan nyeri dada.

Atasi gejala dahak dan batuk kering

fakta obat batuk

Batuk tidak selalu mengindikasikan penyakit. Namun, jika kondisinya sering terjadi dan menjengkelkan, jelas perlu mengobatinya. Sangat mudah, dimulai dengan pengetahuan tentang apa yang menyebabkan batuk Anda. Jika disebabkan oleh iritasi lingkungan, gunakan pelembab udara untuk menjaga kelembapan udara. Gunakan masker mulut untuk menghindari paparan udara kotor. Jadi Anda bisa meredakan batuk dengan minum obat batuk.

Pilih obat yang tepat untuk jenis batuk yang Anda alami. Jika Anda mengalami batuk berdahak, pilih obat yang harus mengandung bromoxine HCL, guaifenesin atau ipecacuanha untuk mengencerkan lendir sehingga lebih mudah untuk mengeluarkan dan mengurangi jumlahnya.

Sedangkan untuk batuk kering, dimungkinkan untuk memilih obat antitusif, yang biasanya mengandung dekstrometorfan, diphenhydramine HCL atau ammonium klorida yang membantu menekan batuk sehingga rasa sakit batuk dapat berkurang. Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat atau jika batuk tidak sembuh.

Baca juga: